Headline

Lebu Raya Berharap Waduk Kolhua Segera Dibangun

Kupang, mediantt.com — Kendati masih diwarnai kontroversi karena masalah lahan dan ganti rugi, Gubernur NTT Drs Frans Lebu Raya, memastikan bahwa Waduk atau Bendungan Kolhua tersebut bakal dibangun. Alasannya, waduk itu bisa mensuplai air minum yang sangat dibutuhkan masyarakat Kota Kupang, yang selalu mengeluh krisis air bersih setiap tahun.

“Saya cukup ngotot untuk segera membangun Bendungan Kolhua karena setiap tahun warga Kota Kupang selalu mengeluh kesulitan bahkan krisis air bersih. Karena itu, saya mendorong untuk bisa membangun Bendungan Kolhua itu,” kata Gubernur Lebu Raya kepada wartawan di Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur, Rabu (31/12/2014), usai menyampaikan pidato akhir tahun tentang progress dan kinerja Pemprov NTT selama tahun 2014, di hadapan media massa.

Ia menegaskan, kalau masalah sosial terutama masalah lahan dan ganti rugi yang selama ini menjadi kendalanya, maka ia menyatakan pasti akan diselesaikan secara baik. “Kita pasti akan selesaian masalah sosial itu. Tidak mungkin kita tutup mata dengan masalah ganti rugi itu. Kalau masalah sosial itu sudah diselesaikan, maka kita segera bangun. Saya berharap tahun depan (2015) kita bisa mulai bangun,” tegas Lebu Raya.

Gubernur juga menegaskan, harapan untuk segera membangun bendungan Kolhua, sesungguhnya karena untuk kepentingan masyarakat Kota Kupang yang selalu krisis air bersih. “Tidak ada kepentingan lain, kecuali untuk masyarakat Kota Kupang. Jadi tidak ada target lain. Saya ikhlas untuk kepentingan masyarakat Kota Kupang. Kalau ada masalah terkait lahan, mari kita selesaikan secara baik. Prinsipnya, kita tidak tutup mata dengan hak-hak rakyat di lahan tersebut,” tegasnya, mengingatkan.

Menurut dia, dalam program kerja Presiden Joko Widodo, ada tujuh waduk yang akan dibangun di NTT, salah satu yang sudah diletakan batu oleh Presiden Jokowo adalah Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang. “Ini bendungan pertama yang dibangun dan kita berharap ada bendungan lain yang dibangun lagi di NTT, termasuk Kolhua,” katanya.

Gubernur memberi analogi, kalau seorang Gubernur mengeluh air tidak ada itu wajar, tapi kalau seorang tamu hotel yang ketika mau mandi dan tidak ada air, maka akan menjadi cerita besar kemana-mana kalau NTT itu buruk karena tidak ada air. Karena itu, solusi terbaik mengatasi masalah air bersih di Kota Kupang adalah Bendungan Kolhua.

“Kita punya bendungan Tilong tapi butuh dana besar untuk mendistribusikan air dari Tilong ke Kota Kupang. Kalau dari Bedungan Kolhua, akan lebih mudah karena menggunakan sistem gravitasi. Karena itu, saya berharap masalah sosial di Kolhua itu bisa kita selesaikan agar waduk itu bisa dibangun mulai tahun 2015,” harap politisi PDIP ini. (jdz)