Headline

Aliansi Wartawan NTT Keluarkan Mosi tidak Percaya

Kupang, mediantt.com — Merasa perjuangannya nyaris gagal karena Pemerintah Provinsi tidak membatalkan alokasi anggaran ke Metro TV dalam APBD tahun anggaran 2015, Aliansi Wartawan (AW) NTT, mengeluarkan mosi tidak percaya kepada Pemerintah Provinsi NTT. Salah satu diktum tuntutannya; mendesak Gubernur Frans Lebu Raya dan Wakil Gubernur Beni Litelnoni, untuk mencopot kepala biro humas Setda NTT, Lambertus Ibi Rihi.

“Aliansi wartawan NTT dengan penuh kesadaran dan rasa empati yang tinggi terhadap beragam persoalan kemiskinan yang membelenggu rakyat NTT, secara tegas dan terbuka menyatakan mosi tidak percaya kepada Pemerintah Provinsi NTT terkait alokasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) NTT tahun anggaran 2015 kepada Meto TV sebesar Rp 1,4 miliar melalui Biro Humas Setda Provinsi NTT,” begitu sikap AW NTT dalam surat mosi tidak percaya itu, yang dikeluarkan Senin (15/12).

AW berpendangan, alokasi anggaran dari APBD kepada Metro TV adalah perbuatan tidak terpiji dan telah mencederai rasa keadilan rakyat NTT. Karena itu, Aliansi Wartawan NTT menolak secara tegas rencana alokasi dana Rp 1,4 miliar kepada Metro TV. “Kami mendesak Gubernur dan Wakil Gubernur NTT mencopot kepaka biro humas Setda Provinsi NTT, Lambertus Ibi Rihi, dengan alasan; yang bersangkutan tidak memiliki sense of crisis, juga tidak memiliki kemampuan dalam memberikan telaah, baik secara hukum maupun sosial kepada Gubernur agar mempertimbangkan alokasi dana untuk Metro TV. “Kami menduga Lambertus Ibi Rihi telah memanipulasi nomenklatur mata anggaran APBD yang diperuntukan bagi Metro TV menjadi mata anggaran untuk televise nasional, yang ujung-ujungnya tetap diberikan kepada Metrio TV,” tulis Alaiansi Wartawan NTT. Tembusan mosi tidak percaya ini juga dikirimkan kepada Kejaksaan Tinggi NTT, Kapolda NTT, komisi Pemberantas Korupsi, juga ke pemilik Metro TV.

AW juga menduga Lambertus Ibu Riti telah menjalankan kerjasama ‘gelap’ dengan Metro TV demi sebuah tujuan yang bisa diterima akal sehat.

AW NTT juga menandaskan, bila mosi tidak percaya ini tidak diindahkan, maka AW NTT segera melakukan aksi-aksi lanjutan dengan cara; demonstrasi terbuka, memobilisasi dukungan rakyat NTT untuk terus melakukan advokasi terhadap APBD NTT, memobilisasi seluruh elemen masyarakat termasuk mahasiswa, LSM, advokat, dll, untuk melakukan perlawann terhadap Pemprov NTT guna menganulir alokasi dana APBD untuk Metro TV. “Kami juga akan mendesak penegak hukum (kejaksaan, kepolisian dan KPK) untuk mengusut berbagai penyelahgunaan APBD NTT,” demikian siaran per situ, yang diteken Chris Parera (ketua) dan Yesayas Petruz sebagai Skretaris, dan juga disertai cap basah 31 anggota Alainsi Wartawan NTT. (hiro)