Headline

Anggaran Tol Laut Masuk RAPBNP 2015

Jakarta, mediantt.com – Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo mulai merealisasikan konsep jaringan pelayaran perairan Indonesia atau yang diberi istilah tol laut. Megaproyek itu rencananya mulai dianggarkan dalam APBNP 2015.

Selasa (28/10), Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo dan Menko Perekonomian Sofyan Djalil memberikan paparan tertutup di hadapan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengenai tol laut tersebut. ”Saat ini konsepnya masih terus digodok,” ujar Indroyono.

Menteri kelahiran Bandung tersebut mengatakan, tol laut merupakan akses pelayaran kapal penumpang dan logistik dari barat menuju timur Indonesia. Selama ini akses pelayaran itu belum dioptimalkan. Tol laut memungkinkan kapal-kapal dengan muatan besar bisa leluasa melewati jalur pelayaran Nusantara.

”Dalam pembangunannya, pemerintah akan  menggunakan dana APBN dan pihak swasta,” ucap Indroyono. Namun, dia belum bisa memastikan berapa besar biaya yang akan diperlukan untuk mewujudkan proyek tersebut.

Dalam proyek tol laut itu, Kemenko Kemaritiman juga akan memberikan perhatian terkait perizinan. Menurut Indroyono, selama ini perizinan untuk membangun proyek di Indonesia masih panjang. ”Perizinan itu membuat sejumlah investor enggan menanamkan uangnya pada sejumlah proyek infrastruktur di Indonesia. Karena pihak swasta merasa proses perizinan terlalu panjang,” jelasnya.

Sofyan Djalil mengatakan, anggaran pembangunan tol laut akan masuk dalam RAPBNP 2015. Selain itu, dia mengharapkan keikutsertaan BUMN seperti Pelindo dalam membantu mewujudkan proyek tol laut. Sebab, jika hanya mengandalkan uang negara, proyek tersebut tidak akan bisa dibangun karena biayanya cukup besar.

Meskipun belum memiliki anggaran, saat ini pemerintah sedang mempersiapkan sarana pendukung proyek itu. Yang paling utama adalah pembangunan pelabuhan. Pada tahap awal, akan ada lima pelabuhan besar yang dibangun. Yakni Belawan di Medan, Tanjung Priok (Jakarta), Tanjung Perak (Surabaya), serta pelabuhan di Makassar dan Papua. ”Lima pelabuhan itu akan kami bangun,” katanya.

Lima pelabuhan besar tersebut bakal dilengkapi tambahan mesin crane. Selain itu, pelabuhan akan dilengkapi fasilitas teknologi informasi sehingga semua pelayanan berbasis komputer.

Persiapan yang lain ada di sisi ketersediaan kapal. Sofyan optimistis jika konsep tol laut berjalan, perusahaan galangan kapal akan merespons untuk membuat kapal dalam jumlah besar. Saat ini ketersediaan kapal laut masih kurang.

Lebih lanjut, Sofyan meyakinkan bahwa tol laut adalah jawaban atas transportasi Indonesia. Sebab, selain memindahkan kemacetan, tol laut akan memeratakan ekonomi karena dua pertiga total luas Indonesia merupakan daerah perairan. ”Amerika negara kontinental sehingga dia membangun highway. Kita negara kepulauan. Cocoknya tol laut,” tuturnya.

Menkeu Bambang Brodjonegoro mengatakan, pekan ini pihaknya mulai membahas anggaran Kemenko Kemaritiman. ”Setidaknya akan kita bahas anggaran untuk operasional dua bulan dulu lah,” ujar Bambang setelah mengikuti pelantikan ketua BPK di gedung Sekretariat Mahkamah Agung, Jakarta.

Menurut Bambang, perlu disiapkan anggaran untuk kementerian baru agar bisa menjalankan operasi. Setidaknya hingga berakhirnya 2014. Nah, anggaran permanen kementerian baru dan yang berubah akan diajukan dalam RAPBNP 2015. (jp/jk)